MEDAN – Langkah cepat Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) dalam membantu kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) mendapat apresiasi dari kalangan praktisi hukum. Salah satunya datang dari pengacara muda yang akrab disapa Alvin, yang menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjawab persoalan distribusi energi di tengah masyarakat.
Menurut Alvin, keputusan Polda Sumut menyiapkan 10 personel Polri yang telah memiliki kompetensi sebagai pengemudi truk tangki BBM merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi kekurangan Awak Mobil Tangki (AMT) yang sempat menghambat distribusi BBM di sejumlah wilayah.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Polda Sumut yang mengambil solusi sementara dengan menyiapkan personel terlatih sebagai pengemudi truk tangki BBM. Kebijakan ini menunjukkan respons yang cepat demi menjaga kelancaran distribusi dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Alvin.
Sebelumnya, Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumut, Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri, didampingi Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan hasil koordinasi bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara, BIN Daerah, serta jajaran Polda Sumut.
Dari hasil rapat koordinasi diketahui bahwa salah satu kendala distribusi BBM disebabkan berkurangnya jumlah Awak Mobil Tangki (AMT). Untuk mengatasi kondisi tersebut, Polda Sumut menyiapkan 10 personel Polri yang memiliki kemampuan mengemudikan kendaraan truk tangki BBM sebagai pengganti sementara AMT yang berhalangan bertugas.
“Kami menyiapkan tambahan 10 personel Polri untuk membantu sebagai pengemudi kendaraan tangki BBM. Ini merupakan langkah sementara agar distribusi BBM tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri, Kamis (16/7/2026).
Ia menegaskan, personel yang diterjunkan bukan dipilih secara sembarangan. Seluruhnya telah mengikuti pelatihan khusus mengemudikan kendaraan tangki BBM sehingga memahami prosedur keselamatan dan standar operasional dalam proses distribusi.
Menurutnya, pelatihan tersebut telah dilaksanakan sejak penanganan gangguan distribusi BBM akibat bencana alam di wilayah Sibolga, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan pada 2025. Pengalaman tersebut membuat personel siap diterjunkan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.
Selain menyiapkan personel sebagai pengemudi, Polda Sumut juga membuka layanan pengawalan kendaraan tangki BBM berdasarkan permintaan dari Pertamina maupun pengelola SPBU guna memastikan distribusi berlangsung aman, lancar, dan tepat waktu.
Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri menambahkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, stok BBM di Sumatera Utara masih dalam kondisi mencukupi dan proses normalisasi distribusi terus dilakukan.
“Kami akan terus mendukung setiap langkah percepatan distribusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.
#PoldaSumut, #DistribusiBBM, #Pertamina, #KaroOpsPoldaSumut, #FerryWalintukan, #DwiTunggalJaladri, #PengacaraMuda, #Alvin, #SumateraUtara, #BeritaIndonesia, #biCom








