
LAMPUNG UTARA – Program revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan pemerintah pada 2026 turut menyasar sekolah swasta, salah satunya SMA/SMP Slamet Riyadi Kotabumi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Katholik Nasional Genti Aras.
Namun, pelaksanaan pekerjaan revitalisasi fisik di sekolah yang beralamat di Jalan Mangga Besar, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, mendapat sorotan dan keluhan dari masyarakat sekitar.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (1/10/2026), aktivitas pengerjaan proyek fisik terlihat berlangsung. Namun, di lokasi tidak terlihat papan informasi proyek yang memuat informasi mengenai kegiatan, sumber pendanaan, maupun nilai anggaran.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari masyarakat mengenai transparansi pelaksanaan pekerjaan.
Saat awak media berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah, tidak terlihat pimpinan sekolah maupun pengurus yayasan berada di lokasi. Awak media hanya mendapati sejumlah pekerja yang sedang melaksanakan pekerjaan konstruksi.
“Maaf mas, Pak Bos masih di Bandar Lampung,” ujar salah seorang pekerja.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Laksamana Bangsawan, mengaku warga sekitar tidak mengetahui secara jelas mengenai proyek pembangunan yang sedang berlangsung.
“Nggak tahu saya proyek apa. Saya juga tidak tahu karena pernah saya tengok papan informasi proyeknya juga tidak ada,” ungkap Laksamana.
Selain mempertanyakan transparansi kegiatan, warga juga mengeluhkan kondisi lingkungan selama proyek berlangsung. Menurut Laksamana, aktivitas pembangunan menimbulkan suara bising dan pihak sekolah maupun yayasan dinilai belum melakukan koordinasi secara optimal dengan masyarakat sekitar.
Persoalan lain yang turut dikeluhkan adalah keberadaan anjing peliharaan yang disebut warga berkeliaran di sekitar permukiman.
“Mereka melepaskan anjing-anjing yang membuat kami resah. Sandal saya saja hilang. Di depan mata saya lihat sendiri anjing mereka menggigit sandal-sandal di depan rumah. Untung saja sandal, kalau anak-anak yang digigit bagaimana?” keluhnya.
Laksamana berharap pihak sekolah maupun yayasan memperhatikan kenyamanan dan keamanan warga selama aktivitas pembangunan berlangsung.
“Seharusnya pihak yayasan izin dan berkoordinasi dengan warga sekitar kalau di sekolah itu akan ada aktivitas pembangunan. Ini malah sampai hari ini tidak ada. Makanya kemarin pagi saya sempat emosi dan mendatangi pihak yayasan pendidikan tersebut akibat ketidaknyamanan kami warga sekitar,” tegasnya.
Terkait kekhawatiran warga mengenai risiko gigitan anjing dan rabies, hal tersebut merupakan kekhawatiran yang disampaikan narasumber dan belum merupakan kesimpulan bahwa telah terjadi penularan penyakit.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Pendidikan Katholik Nasional Genti Aras maupun pengelola SMA/SMP Slamet Riyadi Kotabumi belum memberikan klarifikasi resmi terkait papan informasi proyek, koordinasi dengan warga, serta keluhan mengenai keberadaan anjing dan aktivitas pembangunan.
(Tim/Red)
Tagar
#LampungUtara, #Kotabumi, #RevitalisasiSekolah, #TransparansiProyek, #SlametRiyadi, #Pendidikan, #KeluhanWarga, #PembangunanSekolah








