Pematangsiantar, Berita Indonesia — Kemajuan Yayasan Universitas Simalungun (USI) harus berangkat dari keinginan hati seluruh elemen untuk bekerja maksimal membangun institusi pendidikan tersebut.
“Yang utama adalah adanya keinginan hati untuk memajukan sekolah dan kampus ini,” ungkap Rohdian Purba, S.Pd, Jumat (8/5) di ruang kerjanya.
Dari pantauan di lokasi, terlihat berbagai dokumentasi penghargaan yang diraih sekolah Pariwisata USI yang dipimpinnya. Hal itu menunjukkan bahwa potensi kemajuan masih sangat terbuka jika dikelola dengan baik.
Menurut Rohdian, seluruh pihak harus menanamkan dalam benaknya bahwa USI adalah rumah bersama.
“Kalau kita anggap ini rumah kita, maka pasti akan kita jaga,” ujarnya.
Ia menegaskan harapan tersebut ditujukan kepada semua elemen, mulai dari pengurus yayasan, guru, dosen, hingga jajaran rektorat.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa cita-cita pendiri USI adalah menjadikan kampus sebagai sumber peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan semata-mata sumber pendapatan.
“Memang tidak terlepas dari pendapatan, karena itu yang menghidupkan semua elemen. Tapi tujuan utamanya tetap peningkatan SDM,” katanya.
Namun demikian, Rohdian mengakui saat ini terjadi penurunan jumlah siswa dan mahasiswa. Kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi bersama.
“Sekarang ini terjadi penurunan. Jadi perlu dilakukan langkah terbaik, termasuk peningkatan kualitas dosen,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas tenaga pengajar harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan jumlah mahasiswa.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kompetensi dalam pengelolaan pendidikan.
“Yang mengurus harus kompeten. Minimal paham manajemen pendidikan. Kita harus terpanggil, kalau ini rumah kita, maka 24 jam kita memikirkan kemajuannya,” tegasnya.
Rohdian juga mendorong pengurus untuk membangun jaringan yang kuat dengan pihak luar, melihat contoh kampus lain di Pematangsiantar yang mampu berkembang lebih pesat.
“Kalau ada kemunduran harus dievaluasi. Kita lihat kampus lain bisa maju, artinya kita juga bisa,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh pihak untuk segera berbenah agar USI tidak semakin ditinggalkan masyarakat.
“Ayolah berbenah USI. Kalau tidak, kita akan ditinggalkan. Karena beberapa tahun belakangan ini minat masyarakat terus menurun,” tutupnya. (Awi)
#BeritaIndonesia, #USI, #Pematangsiantar, #Pendidikan, #PerguruanTinggi

















