Kotabumi, Lampung Utara — Peredaran narkoba jenis sinte atau tembakau sintetis kini mulai merambah lingkungan sekolah di wilayah Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Informasi ini disampaikan oleh sejumlah warga yang mengaku sering menyaksikan perilaku remaja yang diduga telah terpengaruh zat berbahaya tersebut.
Yudi Irawan, warga Kelurahan kota alam Kecamatan Kotabumi Selatan, mengatakan bahwa fenomena tersebut sudah mulai terlihat di kalangan pelajar.
> “Banyak anak sekolah yang sudah terkena,” ujarnya kepada berita-indonesia.com, Jumat (24/10/2025).
Menurut Yudi, dugaan itu diperkuat setelah dirinya berbincang dengan seorang narasumber berinisial MA, yang mengakui adanya pelajar SMP dan SMA yang sudah mencoba mengonsumsi sinte.
> “Iya om, ada yang sekolah di SMP, SMA,” ungkap MA dengan nada santai.
Pernyataan serupa datang dari Deni Marian, S., warga Kelurahan Tanjung Aman, Kotabumi. Ia mengaku pernah mendapati seorang pelajar yang diduga dalam pengaruh narkoba jenis sinte.
> “Saya melihat seorang pelajar tidur di trotoar, katanya habis pakai sinte,” ujar Deni.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Mereka meminta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menelusuri peredaran zat berbahaya tersebut yang sudah menyasar generasi muda, khususnya pelajar sekolah menengah di wilayah Kotabumi.
—
Asal-Usul Sinte
Sinte atau tembakau sintetis merupakan narkotika yang dibuat dari campuran bahan kimia sintetis mirip dengan THC (tetrahydrocannabinol), yaitu zat aktif dalam ganja. Namun, kadar efek halusinogenik sinte jauh lebih kuat dan berbahaya.
Awalnya, sinte dikenal sebagai “herbal smoke” atau “ganja sintetis” yang dijual secara ilegal di pasaran dengan berbagai nama seperti Gorilla, K2, atau Zombie. Di Indonesia, sinte mulai beredar sejak beberapa tahun lalu dan banyak digunakan oleh kalangan muda karena bentuknya menyerupai tembakau biasa.
—
Bahaya Sinte
Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), efek penggunaan sinte sangat berbahaya bagi tubuh dan jiwa penggunanya. Beberapa risiko yang dapat ditimbulkan antara lain:
Halusinasi berat dan kehilangan kesadaran.
Gangguan kejiwaan akut, seperti paranoia dan agresivitas ekstrem.
Kerusakan permanen pada otak dan sistem saraf.
Gangguan jantung dan pernapasan.
Risiko kematian akibat overdosis.
Selain itu, sinte sulit terdeteksi melalui tes urine biasa karena bahan kimianya sering dimodifikasi agar lolos dari pemeriksaan. Hal inilah yang membuat penyalahgunaan sinte semakin sulit dikendalikan.
—
Seruan Masyarakat
Warga berharap pihak kepolisian, BNN, dan pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dengan melakukan razia di sekolah-sekolah dan tempat nongkrong remaja. Edukasi tentang bahaya sinte juga dinilai penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
> “Kami minta aparat jangan diam saja. Anak-anak sekolah harus diselamatkan,” tegas Yudi.
—
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Berita-Indonesia.com
#NarkobaSinte,
#PelajarKotabumi,
#BahayaNarkoba,
#StopNarkoba,
#GenerasiMudaTanpaNarkoba,
#BeritaIndonesia,
#KotabumiMelawanSinte,
#LampungBebasNarkoba,
#SinteMengintaiPelajar,
#EdukasiAntiNarkoba,

















