SIMALUNGUN – Desakan agar jajaran Direksi PalmCo PTPN IV segera mencopot Manajer Kebun Marihat berinisial ASP semakin menguat. Sejumlah aktivis penggiat sosial menilai ASP tidak profesional menjalankan tugas, sehingga berdampak buruk pada kondisi perusahaan dan memicu berbagai persoalan serius di lapangan.
Ketua LSM Peduli Anak Bangsa Kabupaten Simalungun, WH Butarbutar, menegaskan bahwa desakan pencopotan tersebut bukan tanpa alasan. Ia menilai serangkaian permasalahan yang mencuat, termasuk kerusakan lingkungan hidup, amburadulnya perawatan tanaman, hingga kasus penembakan di areal kebun, menunjukkan lemahnya etos kerja dan kepemimpinan ASP.
“Banyak informasi yang mengarah pada buruknya kinerja ASP. Ada pembiaran kerusakan lingkungan akibat galian C ilegal, dugaan penguapan anggaran perawatan, serta kondisi tanaman yang tidak terurus dan dipenuhi semak,” tegas WH Butarbutar.
Ia menyebut tanaman belum menghasilkan (TBM) di Afdeling 3 mengalami kerusakan parah akibat serangan hama dan minimnya pemeliharaan. “Areal tersebut seolah sengaja ditelantarkan,” tambahnya.
Sementara itu, ASP selaku Manajer Kebun Marihat belum memberikan respons meski telah dihubungi terkait insiden penembakan yang dilakukan oknum personel pengamanan hingga menyebabkan seorang pria kritis. Hal serupa juga terjadi saat dikonfirmasi kepada Kepala Asisten Tanaman, Benny, yang terkesan enggan menanggapi.
Sebelumnya diberitakan, aksi penembakan terjadi di Blok 52 Afdeling 4 Kebun Marihat, Nagori Silampuyang, Kecamatan Tanah Jawa, Rabu (03/12/2025) malam. Insiden bermula saat tujuh pria diduga melakukan pencurian TBS kelapa sawit. Seorang pria berhasil diamankan, sementara satu lainnya, Rudianto alias Muntuk, tertembak di bagian kepala dan kini kritis dirawat di RS Balimbingan.
Sumber internal menyebutkan bahwa Josua, pelaku lain, telah diserahkan ke Mapolres Simalungun pada malam kejadian. Namun identitas petugas pengamanan yang melepaskan tembakan serta jenis senjata yang digunakan belum diketahui secara pasti.
Sementara itu, Asisten Personalia Kebun, Okta Sinaga, ketika dikonfirmasi justru menyatakan bahwa ia sudah tidak lagi bertugas di Kebun Marihat.
(S.Hadi Purba)
#Simalungun, #KebunMarihat, #PTPNIV, #PalmCo, #PenembakanKebun, #AktivisSosia,l #LSMPeduliAnakBangsa, #BeritaIndonesia, #LingkunganHidup, #KelapaSawit,

















