Simalungun –
Masyarakat Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, mengaku kecewa dan merasa dikibuli dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program pemerintah yang seharusnya membantu petani sawit itu justru diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
Menurut keterangan seorang warga Silau Kahean yang enggan disebutkan namanya, masyarakat awalnya sangat tergiur dengan program PSR. Warga hanya diminta menyerahkan KTP dan dijanjikan bantuan dana per hektare dari pemerintah.
“Awalnya kami disuruh menunggu pencairan dana. Namun ketika kami tanyakan, selalu dijawab belum cair,” ujar warga tersebut kepada awak media, Selasa (20/1).
Belakangan, warga mendapat informasi bahwa dana PSR tersebut sebenarnya telah dicairkan, namun tidak disalurkan kepada penerima manfaat. Bahkan, warga mengaku diminta membeli bibit sawit sendiri.
“Padahal katanya dananya sudah keluar. Tapi kami malah disuruh beli bibit. Sepertinya kami dikibuli,” tambahnya.
Warga juga menyebut bahwa orang yang mengurus pengajuan PSR tersebut adalah Dunand J. Purba, yang diketahui menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 2 Sidiam Diam, Bandar Maruhur, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun.
Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp pada Selasa (19/1), Dunand J. Purba membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan bahwa informasi dari warga tidak benar.
“Yang diajukan itu sekitar 60 hektare, dan yang baru keluar sekitar 30 persen atau sekitar Rp400 jutaan,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai statusnya sebagai kepala sekolah yang diduga merangkap mengurus bisnis pengajuan PSR, Dunand J. Purba menyebut dirinya hanya sebagai anggota kelompok tani.
“Saya kan anggota poktan,” ujarnya.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai nama kelompok tani yang dimaksud, ia menjawab bahwa terdapat beberapa kelompok, salah satunya bernama Kelompok Persatuan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Ueky Damanik, saat dimintai tanggapan terkait dugaan keterlibatan kepala sekolah dalam pengurusan PSR, belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan, meskipun telah dihubungi melalui WhatsApp.
Perkembangan kasus ini akan terus diikuti oleh awak media.
(S.Hadi.P.)
#PSR, #Simalungun, #SilauKahean, #PeremajaanSawitRakyat, #DugaanPenyimpangan, #OknumKepalaSekolah, #DanaPemerintah, #BeritaDaerah

















