Lampung Utara, BI.com – Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Bumi Agung Marga, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, menjadi sorotan masyarakat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan kondisi lahan kelompok yang diduga tidak terawat.
Video yang diunggah melalui akun Facebook Novendi Novendi memperlihatkan area pertanian yang tampak dipenuhi semak belukar. Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari warga yang mempertanyakan keberlanjutan program dan pemanfaatan bantuan yang diterima kelompok.
Dalam kolom komentar unggahan tersebut, sejumlah warga menyebutkan bahwa di Desa Bumi Agung Marga terdapat dua Kelompok Wanita Tani yang masing-masing dipimpin oleh Fitri Yani dan Hamsatun.
Salah satu komentar menyebutkan bahwa kelompok yang dipimpin Fitri Yani memperoleh bantuan berupa unit bentor, sedangkan kelompok yang dipimpin Hamsatun disebut menerima dana sebesar Rp50 juta.
Berdasarkan informasi yang berkembang di media sosial, masing-masing kelompok diduga mengelola anggaran sekitar Rp50 juta untuk mendukung kegiatan pemberdayaan perempuan melalui sektor pertanian dan usaha produktif.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KWT Fitri Yani membenarkan keberadaan unit bentor yang menjadi aset kelompok. Melalui balasan komentar di media sosial, ia menjelaskan bahwa kendaraan tersebut saat ini dititipkan kepada keluarganya di desa lain karena keterbatasan tempat penyimpanan.
“Bentor tersebut saya titipkan kepada adik saya karena tidak ada tempat. Sewaktu-waktu jika kelompok membutuhkan, kendaraan itu dapat diambil dan digunakan kembali,” tulis Fitri Yani dalam komentarnya.
Meski demikian, sejumlah warga menilai keberadaan aset tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan kelompok dan masyarakat desa. Selain itu, kondisi lahan pertanian yang terlihat tidak produktif turut menjadi perhatian publik.
Hingga berita ini diterbitkan, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang membina KWT Desa Bumi Agung Marga, Herlina, belum berhasil dikonfirmasi. Saat awak media mendatangi kantor terkait, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum mendapatkan tanggapan.
KWT merupakan program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui kegiatan pertanian, pengolahan hasil pertanian, serta usaha ekonomi produktif lainnya. Oleh karena itu, pengelolaan dana maupun aset kelompok diharapkan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sejumlah warga berharap instansi terkait dapat melakukan peninjauan langsung guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan serta memastikan seluruh bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan sesuai tujuan program.
#LampungUtara, #BumiAgungMarga, #KWT, #KelompokWanitaTani, #AbungTimur, #PemberdayaanPerempuan, #PertanianDesa, #DanaBantuan, #Transparansi, #BIcom












