JAKARTA – Harga emas global diperkirakan masih bergerak menguat hingga tahun 2026. Logam mulia dinilai tetap menjadi aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia.
Sejumlah analis memproyeksikan harga emas pada 2026 berada pada kisaran USD 4.000 hingga USD 4.500 per troy ounce dalam skenario moderat. Sementara pada skenario optimistis, harga emas berpotensi menembus level USD 4.800 hingga USD 5.000 per troy ounce.
Penguatan harga emas didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global. Penurunan suku bunga diperkirakan menekan imbal hasil riil, sehingga meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Selain itu, aksi pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara masih berlanjut. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.
Di pasar domestik, harga emas diperkirakan ikut terdampak oleh pergerakan harga global dan nilai tukar rupiah. Jika harga emas dunia mencapai kisaran USD 4.500 hingga USD 5.000 per troy ounce dan rupiah berada di level Rp16.000 per dolar AS, maka harga emas batangan berpotensi menembus Rp2,2 juta hingga Rp2,5 juta per gram.
#hargaemas,#emas2026,#prediksiharga,#ekonomiglobal,#investasi,#logammulia,#pasarkeuangan,#beritaindonesiacom

















