Banyak masyarakat Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, mengeluhkan pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Naga Saga Kelapa Tujuh, Sabtu (10/01/2026).
Diketahui, jatah perorangan untuk balita dalam program MBG ditetapkan sebesar Rp15.000 per hari. Namun, menurut keterangan warga, pembagian MBG yang diterima untuk tiga hari hanya berisi 3 butir telur, susu Cimory 125 ml sebanyak 3 kotak, salak 3 buah, serta roti Marie susu 28 gram sebanyak 3 bungkus.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap isi paket MBG tersebut. Ia menilai jumlah dan kualitas bantuan tidak sebanding dengan anggaran yang seharusnya diterima.
Sementara itu, untuk ibu hamil (bumil), paket MBG yang dibagikan terdiri dari susu Lova 120 gram 1 kotak, telur rebus 2 butir, salak 3 buah, dan roti Marie susu 28 gram 3 bungkus. Padahal, dalam ketentuan yang berlaku, jatah bumil mencapai Rp10.000 per hari, bahkan dapat lebih besar tergantung tingkat kemiskinan wilayah.
“Ini untuk jatah kami tiga hari. Gimana mau nolak kalau yang dibagi cuma segini. Kami juga mau protes agak takut, takut nanti tidak dapat lagi,”
ujar warga tersebut.
Sejumlah warga mengaku tidak terkejut jika muncul dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG yang merupakan salah satu program prioritas Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Pasalnya, pengadaan bahan makanan MBG disebut dilakukan secara grosir yang seharusnya menekan harga lebih murah.
Namun, jika melihat isi paket MBG yang dibagikan oleh SPPG Naga Saga Kelapa Tujuh, warga menduga adanya indikasi kecurangan dalam penyaluran bantuan tersebut.
Di sisi lain, Presiden Prabowo berulang kali menegaskan bahwa program MBG akan terus diperluas dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat pada tahun 2026, dengan pelaksanaan yang harus sesuai aturan dan tepat sasaran.
Tagar
#MBG, #MakanBergiziGratis, #LampungUtara, #KotabumiSelatan, #TanjungAman, #SPPG, #DugaanKecurangan, #BeritaLampung

















