Kasus kriminal di jalan lintas Sumatera kembali memakan korban. Seorang sopir truk asal Lampung tewas, diduga akibat ditusuk senjata tajam oleh komplotan pemalak di Simpang Macan Lindungan, Jalan Soekarno Hatta, Palembang, Senin (24/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.
Korban bernama Alkodirin (45), warga desa Gunung Sari, kecamatan Gunung Sugih kabupaten Lampung Tengah Lampung, yang saat itu diduga sedang mengemudikan truk berpelat BE 8139 CW bersama seorang kerneknya bernama Husaini.
Peristiwa bermula saat truk korban berhenti di lampu merah. Empat pelaku tidak dikenal tiba-tiba menghampiri dan meminta uang secara paksa pada korban.
Korban sempat memberikan uang pecahan kecil, namun para pelaku diduga menolak dan tetap memaksa. Kemudian saat korban hendak melanjutkan perjalanan, salah satu pelaku langsung menusuk dirinya di bagian bawah ketiak kiri hingga mengenai jantung. Sehingga Korban tersungkur bersimbah darah, sementara para pelaku kabur melarikan diri setelah insiden itu.
Sempat dibawa ke RS Bhayangkara Palembang, namun nyawa korban tidak terselamatkan. Polisi kini telah mengantongi identitas para pelaku dan sedang melakukan pengejaran intensif.
Menyikapi kejadian tragis tersebut, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Wartawan Indonesia Perjuangan (KWIP), Fran Klin, mengeluarkan pernyataan keras. Ia mengecam pelaku premanisme yang sampai merenggut nyawa warga tersebut, Dia sangat prihatin atas pristiwa yang menimpa sopir dan meminta pihak aparat penegak hukum dapat segera menangkap kawanan pelaku tersebut.
> “Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa sopir mobil truk tersebut. Sudah saatnya aparat kepolisian menunjukkan taringnya dan agar para penjahat tidak semena-mena apalagi sampai merenggut nyawa seseorang,” ujar Fran dari Kantor DPP KWIP.
Fran menegaskan bahwa masyarakat sudah lelah dengan maraknya aksi premanisme, di sepanjang jalur lintas Sumatera terutama di wilayah Sumatera Selatan selayaknya jalur lintas ini, dapat menjadi jalur yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
> “Aksi premanisme di jalan seperti ini tidak bisa di biarkan, Jangan sampai rakyat marah,” tegasnya.
Ia menyebut aksi pemalakan di lintas Sumatera semakin mengkhawatirkan, karena dilakukan dengan berbagai modus, mulai dari alasan keamanan hingga dugaan berkedok legalitas akta notaris.
> “Saya berharap pelaku pembunuhan sopir truk asal Lampung ini segera ditangkap, dan kejadian serupa tidak terulang lagi,” tutup Fran Klin.
Keprihatinan ini juga menjadi seruan agar Polda Sumatera Selatan bergerak cepat dan tegas dalam memberantas aksi premanisme, demi melindungi para sopir logistik yang menjadi tulang punggung distribusi bahan pokok di Indonesia.
#PremanismeHarusDiberantas, #KeadilanUntukSopirLampung, #StopPemalakan, #LindungiSopirTruk, #PoldaSumsel ,#KWIP, #SimpangMacanLindungan, #LawanKejahatanJalanan,

















