
SIMALUNGUN – Bulan suci Ramadan dimanfaatkan oleh keluarga besar Kesenian Reog Jaranan Pemuda (KRJP) Sumatera Utara untuk menggelar kegiatan bernilai sosial dan budaya. Organisasi pemuda pecinta seni tradisional ini mengadakan buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa para penggiat seni tidak hanya berperan menjaga warisan budaya, tetapi juga aktif menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ketua Panitia, Rezi Ardiansah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari inisiatif para pemuda yang tergabung dalam KRJP Sumut. Tujuannya tidak hanya mempererat silaturahmi antar anggota, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di bulan penuh berkah.
Pemerintah Kabupaten Simalungun turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Bupati Simalungun H. Anton Ahmad Saragih yang diwakili Camat Siantar, Muhammad Iqbal, menyampaikan dukungan pemerintah terhadap organisasi kepemudaan yang mampu memadukan kegiatan budaya dengan nilai-nilai sosial dan religius.
“Pemerintah sangat mengapresiasi wadah kreatif seperti KRJP yang tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Iqbal saat membacakan sambutan Bupati.
Dukungan juga datang dari Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora yang sekaligus menjabat sebagai Pembina KRJP Sumut. Melalui perwakilannya, Iman Nainggolan, ia berharap KRJP terus menjadi pelopor kegiatan positif bagi generasi muda di Sumatera Utara.
Ketua Umum KRJP Sumut, Muhammad Dimas Pramana, menegaskan bahwa seni Reog dan Jaranan bukan hanya pertunjukan budaya, tetapi juga sarana mempersatukan pemuda dalam kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda pegiat seni juga memiliki kepedulian sosial. Melalui kegiatan santunan ini, kami berharap kehadiran KRJP Sumut benar-benar memberi manfaat bagi adik-adik yatim piatu dan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun,” ungkap Dimas.
Acara berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Puluhan anak yatim turut hadir dalam kegiatan tersebut. Setelah penyerahan santunan secara simbolis, acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Al-Ustadz Ahmad Fauzi Lubis, kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa.
Melalui kegiatan ini, KRJP Sumatera Utara berharap dapat terus menjaga kelestarian seni tradisional sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Laporan: S Hadi Purba Tambak
#KRJPSumut, #BukaPuasaBersama, #SantunanAnakYatim, #RamadanBerbagi, #BudayaTradisional, #Simalungun

















